Ganti knalpot standar spin, berburu knalpot di pasar kebon jahe

Ganti knalpot standar spin, berburu knalpot di pasar kebon jahe – Saya kebetulan memiliki motor matic spin, motornya sudah cukup tua yaitu motor tahun 2006, wih… kerenkan sudah 10 tahunan wkwkwkw. Motor spin ini dulu saya beli dari kakak saya dengan kondisi knalpot racing, setelah semakin lama rasanya saya risih dengan suara knalpot nya, apalagi saat melewati halaman rumah tetangga, aduh… harus ngendap-ngendap kaya maling, habisnya berisik kalo langsung tancap gas, gak enak sama tetangga apalagi kalo malam hari. Selain itu, saat berkendara di jalan raya pun hati kurang tenang karena rawan kena tilang, walaupun SIM, STNK, dkk lengkap.

Akhirnya setelah sekian lama ditemani knalpot gandeng (baca: berisik) tersebut saya putuskan untuk segera menggantinya menjadi knalpot standar spin lagi. Kebetulan saya tinggal di wilayah Bogor dan saat itu saya coba mencari dealer suzuki di bogor, ternyata memang cukup langka dealer suzuki di wilayah bogor, entah atau memang saya yang kurang giat mencarinya ya heheh. Sekalian saja sepulang kerja saya langsung mencari dan ketemu juga dealer suzuki yaitu lokasinya di jalan Dr. Semeru atau dekat sekolah YKTB, lokasinya di pinggir jalan. Sayapun coba bertanya kepada abang-abang teknisi di dealer motor suzuki bogor tersebut mengenai knalpot standar suzuki spin, kebetulan saat itu sedang tidak tersedia jadi harus inden untuk bisa mendapatkan knalpot standar suzuki spin tersebut, tapi saat itu juga saya diberi arahan oleh teknisinya untuk mencoba mencari ke pasar kebon jahe atau biasa disebut juga tangkal aseum (pasar kebon jahe adalah pasar barang bekas di kota bogor, khususnya onderdil. Lokasinya dekat mall PGB), biasanya dulu saya suka berkunjung ke pasar kebon jahe ini untuk berburu ikan cupang karena ada yang jualan ikan cupang juga ditempat tersebut hehehe. Hari itu pun saya mencoba langsung ke pasar kebon jahe yang lokasinya tidak jauh dari dealer motor suzuki tersebut. Karena hari sudah cukup siang dan mata sudah tak kuat menahan kantuk karena baru pulang kerja, saya putuskan untuk pulang saja ke rumah, jadi saya hanya numpang lewat saja ke pasar kebon jahe tersebut.

Selang beberapa hari kemudian, saya balik lagi ke pasar kebon jahe ditemani oleh seorang teman, motor saya parkir di parkiran mall PGB karena jika saya parkir di pasar kebon jahe rasanya kurang tenang karena tidak ada petugas parkir khusus layaknya di tempat parkir seperti mall. Sesampainya di pasar pusat onderdil bekas kebon jahe tersebut, saya langsung saja memasuki lokasi pasar. O ya, pasar onderdil bekas ini ada didalam gedung, terpisah dengan pasar tempat orang-orang berjualan sayuran.

Lalu seorang penjual disana mendatangi saya dan bertanya:

Penjual: Cari apa mas?
Saya: knalpot spin standar jual tidak, pak?
Penjual: Oo.. ada mas, tapi harganya lumayan.
Saya: Berapa, pak?
Penjual: 325rb . #Seingat saya tawaran pertama harganya 325rb, saya sedikit lupa.
Saya: Bisa turun lagi gak, pak harganya?
Penjual: Bisa, tapi dikit. Barangnya masih baru soalnya.
Saya: Y sudah, pak. Saya mau lihat barangnya dulu.

Setelah itu penjual tersebut langsung mengambil knalpot standar suzuki spin tersebut. Kondisi knalpotnya memang masih cukup mulus, walaupun sedikit lecet, knalpotnya juga saya lihat original suzuki, kelihatannya seperti barang reject dari pabrik karena terdapat sedikit lecetan dibagian lapisan knalpotnya dan kemungkinan akhirnya masuklah barang tersebut ke pusat onderdil barang bekas kebon jahe ini. Ya sudahlah, karena saya sudah mengantuk, langsung saja saya beli knalpot tersebut dengan sedikit penurun harga yaitu Rp. 300rb, kemungkinan kalo saya menyempatkan untuk berkeliling dahulu bisa saja saya mendapatkan harga yang lebih murah, tapi apa daya kondisi mata yang sudah tidak mendukung, selain itu ditempat seperti itu saya pikir semua penjual saling kerjasama jadi untuk harga sepertinya saling kerjasama juga sesama penjual, karena kemungkinan barangnya pun berasal dari pemasok yang sama #hanyaperkiraan.

Lalu setelah pencarian saya berakhir, saat itu juga saya langsung pergi ke bengkel untuk memasang knalpot. Setelah di pasang suaranya berubah drastis, dari suara knalpot yang sebelumnya meraung-raung, seketika langsung berubah menjadi suara knalpot yang lembut sekali, aduhai enak sekali terdenganya ditelinga ini wkwkwk. Sayapun langsung bergegas pulang ke rumah, sesampainya dirumah langsung saja saya pasangi tutup knalpot, karena lumayan jika knalpot tersebut dengan tanpa sengaja tiba-tiba bersenggolan langsung dengan kulit #maknyos . Kebetulan tutup knalpot standar bawaannya masih ada walaupun sudah karatan.

Entah mengapa, rasanya setelah ganti knalpot ini rasanya knalpot panas sekali, apa memang seperti itu ya kalo pake knalpot standar spin?

O ya, ini panampakan knalpotnya dan waktu pemasangannya dibengkel. Tutup knalpotnya sudah berkarat karena sudah lama sekali saya simpan dirumah heheh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *