Kawah Ratu, Pendakian Jalur Pasir Reungit Gunung Bunder Bogor

Kawah Ratu, Pendakian Jalur Pasir Reungit Gunung Bunder Bogor

Pada sabtu, 19 Maret 2016 ba’da maghrib atau sekitar pukul setengah tujuh saya beserta kedua orang sobat melakukan start perjalanan dari Ciomas-cibinong menuju lokasi Gunung Bunder yaitu untuk berkemah dan melakukan pendakian ke kawah ratu.

Perjalanan dimulai dengan persiapan yang tidak begitu lengkap, yang kami bawa hanya tenda, panggangan, dan satu ekor ayam utuh yang telah dibersihkan yang kami beli di supermarket, selebihnya hanya barang bawaan pribadi seperti tas dan sleeping bag.

Sekitar pukul setengah tujuh ba’da magrib kami berangkat, kami menggunakan 2 buah motor sebagai kendaraan untuk menuju ke lokasi, dan saya menumpang pada motor salah satu sobat. Jalur yang kami lalui yaitu jalur ciomas-cibinong (start) kemudian finish di gunung bunder.

Perjalanan ke lokasi bisa dibilang cukup melelahkan karena pada saat setelah memasuki pintu masuk utama kawasan gunung bunder, belum sampai setengah perjalanan menuju lokasi kemah tiba-tiba saja salah satu sepeda motor yang dikendari oleh sobat mogok dan setelah dicek ternyata rantai copot karena kendor lalu melipat ke gir dekat mesin motor sehingga sangat sulit untuk diperbaiki dan sialnya saat itu kami sama sekali tidak membawa perkakas untuk perbaikan motor.

Suasana saat itu sudah sangat gelap, bahkan melihat sobat saya yang didepan mata pun sulit, keadaan salah satu sepeda motor sobat masih mogok dan akhirnya kami coba step (didorong menggunakan kaki sambil mengendari sepeda motor lainnya), namun karena jalanan menanjak dan rusak berlubang sangat sulit untuk melakukan step, apalagi motor yang harus di step adalah motor naked, sedangkan saya dan sobat yang menyetep menggunakan motor matic, benar-benar sebuah perjuangan. Kami coba mencari bengkel sepanjang malam namun tidak menemukan, hanya sebuah tempat tambal ban dan itupun sudah tutup.

Waktu sudah menunjukan sekitar pukul 12 malam saat itu, sedangkan kami masih belum sampai lokasi kemah karena motor yang masih mogok dan jalanan yang rusak dan menanjak. Namun dengan semangat 45, kami tidak menyerah, motor sobat yang mogok tersebut kami dorong selama lebih dari satu jam melewati jalanan yang rusak dan menanjak yang luar biasa, rasanya hingga sulit untuk menghirup oksigen.

Akhirnya sekitar pukul 1 dini hari, kami sampai dilokasi kemah dengan terengah-engah (ngos-ngosan), kami beristirahat sejenak untuk mengambil nafas. Sekitar setengah 2 dini hari kami langsung menuju pos penjagaan dan melakukan laporan untuk ijin memasang tenda dan pendakian. Setelah tenda selesai kami pasang, perut kami sudah mulai keroncongan dan kami langsung memanggam ayam yang telah kami beli sebelumnya, kami makan dengan lahap saat itu, kami hanya makan ayam bakar saja tanpa nasi. Setelah makan kemudian kami langsung tertidur lelap, mungkin sekitar pukul 3 pagi kami baru tidur.

Minggu 20 Maret 2016 tepatnya pukul 07:30 WIB kami mulai start pendakian yaitu dari pos pasir reungit. Alhamdulillah perjlanan menuju kawah ratu berjalan dengan lancar, waktu yang kami tempuh sekitar 3 jam karena kami cukup banyak berhenti, mungkin bisa sampai 2 jam saja jika tanpa banyak berhenti. Sebelum sampai ke kawah ratu, ada 2 kawah yang kami lewati yaitu kawah mati dan kawah danau situ hiang.

IMG_20160320_091901
Photo di Kawah Mati “maaf tulisannya terbalik v^_ “

 

IMG_20160320_093646
Foto di Kawah Mati Danau Situ Hiang “Ini juga tulisannya kebalik v^_”

 

IMG_20160320_095526_HDR
Foto di lokasi utama Kawah Ratu “Mantap \m/”

 

IMG_20160320_095032_HDR
Ini bang jack lagi narsis diatas kawah

 

IMG_20160320_102726_HDR
Itu bang angga sedang duduk, keliatan ga?

 

Sesampainya di kawah ratu, kami istirahat dan berfoto-foto, saat itu masih cukup sepi karena masih pagi hanya ada 2 rombongan saja yang tiba dikawah. Setelah puas menikmati pemandangan sekitar kawah, kami langsung melanjutkan kembali ke lokasi kemah.

Perjalanan pulang dari kawah ke lokasi POS pasi reungit yang menurun justru membuat kami sangat kelelahan bukan main, karena saat itu kami melakukan kesalahan yang sangat fatal yaitu tidak mengisi perut dengan cukup pada saat akan melakukan pendakian, jadi tenaga hanya cukup hingga pendakian saja, untuk kembali ke POS kami benar-benar keburu kehabisan energi. Benar-benar lelah sekali, tenaga rasanya habis sampai ke tulang, jalan sempoyongan, kaki sampai gemetar. Walaupun kelelahan dengan sangat sangat luar biasa, kami tetap melanjutkan perjalanan dan akhirnya kami bisa tiba juga di pos pasir reungit, rasanya sangat sangat senang sekali, seperti mimpi saja kami bisa sampai ke POS utama dengan kondisi yang seperti itu. Lalu kami langsung melapor ke petugas POS bahwa pendakian kami telah selesai dan langsung pergi ke sebuah warung makan untuk mengisi energi, kami makan dengan nasi putih dan tempe saja yang dilumuri kecap dan saus karena kebetulan juga saat itu keungan sudah sangat limit, lalu setelah makan tanpa terasa tiba-tiba kami bertiga langsung tertidur pulas di warung makan tersebut, benar-benar seperti kena bius. Kata salah satu sobat saya jika diibaratkan kami seperti baterai hp yang telat di charge, jadi setelah diisi belum sempat energi tersuplai keburu tepar.

Untuk sobat yang ingin melakukan pendakian, jangan sampailah melakukan kelalaian seperti yang kami lakukan, isi energi secukup mungkin sehingga pendakian dan turun gunung bisa dilakukan dengan penuh tenaga, bawa makanan di ransel bisa jadi solusi saat kelaparan ditengah perjalanan, tapi ingat jangan nyampah (jaga kebersihan alam).

Benar-benar perjalanan yang sangat berkesan bersama sobat-sobat ini ^_^ .

Dan berikut adalah hasil dokumentasi kami selama perjalanan ke kawah ratu, foto dan videonya (video nyusul masih dalam proses editing) silahkan dinikmati bagi yang ingin menikmati. O ya, beberapa foto tulisannya terbalik harap maklum 😀

8 Replies to “Kawah Ratu, Pendakian Jalur Pasir Reungit Gunung Bunder Bogor”

  1. suer tampilan blog nya keren. tapi lay out tulisannya kepanjangan, jadi agak agak malas bacanya gitu deh..
    akan lebih asoy utk dibaca kalau tulisannya dipersempit ruangnya atau dibikin 2 column seperti koran gitu lhoo..

    gunung bunder itu yg di tempat pelatihan ABRI kan ya?
    saya pernah juga nginep di baraknya ABRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *