Nanjak pakai single speed, ternyata asik berat!

Alhamdulillah, setelah sekian lama tidak posting, akhirnya saya bisa posting kembali kegiatan seputar bersepeda. Padahal banyak kegiatan sepedaan yang sudah dilakukan dan ingin diposting, tapi kenapa rasanya sedang malas nulis.

Kali ini saya ingin sedikit berbagi cerita tentang pengalaman Nanjak menggunakan sepeda single speed yang mirip-mirip fixed gear, tapi sebenarnya bukan fixed gear karena rem nya pakai torpedo, real fixed gear bukan pakai torpedo. Saya sebenarnya ada sepeda yang asli/real fixed gear, tapi belum berani menggunakan jarak jauh apalagi turunan, ah.. cukup mengerikan hehe.

Ok, pada sabtu 17 Maret 2018 saya gowes ke daerah curug nangka, Bogor. Biasanya kesini menggunakan MTB, tapi kali ini ingin sedikit beda, jadi pakai sepeda single speed.

nanjak pakai single speed, fixed gear climbing

selain itu, sepeda MTB saya pun memang sedang tidak bisa digunakan karena masalah dengan rem dan shifter.

Ternyata, climbing menggunakan single speed itu asiiik, tapi sangat berat untuk dijalani! Jalur ke curug nangka memang lebih banyak tanjakan walaupun tidak begitu curam. Ketika menggunakan MTB, tanjakan ke curug nangka ini rasanya tidak begitu berarti, tapi ketika mencoba menggunakan sepeda single speed, ternyata berat sekali hehe

single speed climbing, gowes curug nangka, fixed gear

Walaupun berat, tapi saya sudah berniat untuk sampai ke tujuan, jadi pelan tapi pasti saya nikmati setiap tanjakan yang ada.

nanjak curug nangka

curug nangka gowes

Sebenarnya tidak begitu cape, tapi apa ya, sepertinya karena single speed, kaki jadi lebih lelah dari biasanya. Untuk nafas masih panjang, hanya kaki saja rasanya menjadi lemas.

Akhirnya, sampai di kawasan curug nangka. Saya sempatkan untuk istirahat sejenak, melemaskan kaki, nyemil, dan isi cairan tubuh. Beruntung, cuacanya sangat asik untuk bersepedah, sedikit gerimis, sangat sejuk.

nanjak sepeda single speed

curug nangka bogor

Setelah puas istirahat, saya lanjutkan gowes ke arah Kampoeng Salaka, tapi saya tidak ke Salaka nya, tapi mencari mesjid karena waktu dzuhur telah tiba. Setelah itu, saya lanjutkan perjalanan melalui NFBS Bogor, saya sebenarnya baru tahu kalau ada yang namanya NFBS Bogor, ada tempat seperti camping ground nya juga dan ada seperti perumahan. Sangat indah pemandangannya. Saya sempatkan juga berfoto di tempat itu.

nfbs bogor, camping ground

perumahan,nfbs bogor

Ternyata sekarang daerah pegunungan memang jadi tempat favorit ya, perumahan-perumahan mulai merambah ke kawasan kaki gunung. Padahal saya masih ingat dulu sewaktu masih belum sekolah, mungkin sekitar usia 6 atau 7 tahunan, orang-orang banyak yang ingin jalan-jalan ke kota, dan salah satunya saya karena dulu saya tinggal di kampung dekat pesisir pantai, biasa main di hutan atau pantai, sangat ingin sekali main ke kota. Tapi sekarang jadi terbalik, orang-orang yang tinggal di perkotaan banyak yang berburu tempat-tempat yang sejuk seperti pegunungan. Mungkin karena tempat-tempat seperti itu sudah jarang ditemukan di wilayah perkotaan yang super sibuk dan penat.

Kemudian saya lanjutkan perjalanan, tujuan kali ini adalah Pulang ke rumah melewati ragasi, karena saya penasaran dengan jembatan baru nya, dulu belum ada jembatan di ragasi ini, jadi ketika akan menyeberang kita harus nyebur ke sungai, ketika hujan agak serem karena air nya deras. Ternyata dengan adanya jembatan, terlihat aktivitas warga lebih efektif dan aman, tapi sayangnya sensasi nyebur sungai untuk melintas jadi tidak ada. O iya, saya lupa memfoto jembatan nya, aduuhh.

Berhubung biasanya saya pakai MTB, jadi keasikan ngaprak, eh…saya lupa, ternyata saya sekarang sedang pakai sepeda cungkring, dan lupa kalau jalan ke daerah ini cukup berbatu, hasilnya… lanjut maaannggg…. ban cungkring, fork rigid, lewat jalan berbatu… aduhai sekali haha, tapi ternyata asik juga lewat makadam pakai sepeda macam ini, walaupun terlihat memaksakan hehe. No problem lah, yang penting bisa sampe ke rumah.

gowes ke curug nangka

Sekian, itu saja yang ingin saya tulis dan ceritakan untuk saat ini. Ada satu artikel yang sangat ingin saya posting di blog ini, yaitu perjalan gowes saya dari Bogor ke Ujung Genteng dengan 2 orang sobat, tapi masih belum sempat. Mudah-mudahan bisa segera saya posting, dan upload video nya.

Gowes ke Kampoeng Salaka bareng Koskas Bogor

Alhamdulillah, pada Minggu 16 April 2017 saya dan koskas tim berkesempatan untuk gowes sepedaan bareng ke Kampoeng/kampung Salaka, Bogor. Saat akan bermain kesini, biasanya orang-orang lebih berpatokan pada Pura Salaka tempat ibadah bagi Kaum Hindu. Nah, bagi yang bersepeda, tinggal nanjak sedikit setelah Pura barulah kita tiba di Kampoeng Salaka ini.

Kami berangkat dari titik kumpul di Pertigaan Pasir Kuda Bogor sekitar pukul 07:30 WIB dan tiba dilokasi sekitar dzuhur. Perjalanan nya cukup menyenangkan, jalur yang kita lalui adalah ciomas harapan, lalu memotong melalui jalan perkampungan. Jalurnya berbatu, basah, dan nanjak. Tapi itu yang bikin seru, senyum dan tawa para goweser nampak dimana-mana, ada juga yang bercucuran keringat, tapi tetap semangat ngegowes hehe.

Berikut adalah photo yang berhasil di dokumentasikan untuk edisi gowes kali ini. Bagi sobat warga Bogor yang ingin ikutan gowes bareng, silahkan gabung ke group koskas disini “Komunitas Sepeda Kaskus Bogor” kemudian silahkan gabung juga di group Facebook nya disini “Facebook Koskas Bogor” , kemudian nant silahkan minta request supaya dimasukan ke group WhatsApp nya hehe .

Berikut short videonya, selamat menikmati hehe

Dan berikut sedikit dokumentasi poto nya.