Resolusi saya di tahun 2018, resolusimu?

Resolusi di tahun 2018, yang ingin dicapai ditahun 2018

Alhamdulillah, tidak terasa akhir tahun 2017M sudah tinggal menghitung hari, ya.. tepatnya tinggal 21 hari lagi saat tulisan ini dibuat. Setiap tahunnya biasanya kita memiliki sesuatu yang ingin dicapai, biasa juga disebut resolusi tahunan.

Insha Allah ditahun 2018M nanti, ada 2 resolusi utama yang sangat ingin saya capai, yaitu :

1. Menikah
Ini suatu hal yang sesuatu banget, get married hehe… setiap manusia normal pasti punya keinginan untuk menikah, bahkan bukan hanya manusia, mungkin makhluk hidup lain pun pasti mempunyai keinginan untuk hidup berpasang-pasangan. Selain itu, saya sebagai muslim, menikah adalah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rosulullah SAW.
Namun mungkin setiap orang berbeda ingin menikah diumur berapa dan faktor lain yang mempengaruhi. Karena saat ini secara hitungan usia saya sudah cukup matang, maka saya putuskan ditahun 2018 saya HARUS MENIKAH, sampai-sampai itu saya tulis dengan huruf Kapital hehe. Namun semuanya saya serahkan kembali kepada Allah SWT, karena Dia yang maha mengabulkan segala do’a dan permintaan. Yang terpenting adalah bagaimana usaha saya untuk mewujudkannya, dan biarlah Allah SWT yang menilai hasilnya.

2. Menjadi seorang Rubyist
Mungkin ini terdengar aneh bagi sebagian orang. Rubyist adalah sebutan untuk mereka yang bergelut dalam dunia pemrograman bahasa Ruby. Ditahun 2018, ini adalah salah satu hal yang sangat ingin saya capai. Kecintaan saya dengan dunia programming memang tidak bisa dihilangkan, walaupun pekerjaan utama saya saat ini bukan dibidang tersebut, walaupun masih nyerempet-nyerempet hehe. Mungkin namanya juga sudah cinta, mau bagaimanapun ya tetap cinta hehe. Dan akhirnya saya jatuh cinta dengan Ruby dan ingin lebih dalam merajut kasih dengannya #474y 😛

Oke, dua itu saja dulu yang sangat ingin saya capai di tahun 2018 nanti. Mudah-mudahan semuanya bisa tercapai. Aamiin.

Sebetulnya ada hal lain yang ingin saya capai juga, tapi tidak saya masukan kedalam resolusi 2018 karena sifatnya optional, kalaupun bisa tercapai berarti itu saya anggap bonus hehe. Kira-kira apa? kasih tau ngga ya hehe.. Okey, mungkin akan terdengar bertele-tele, tapi ya sudahlah karena sobat memaksa :P. Pertama, beli laptop baru yang lebih high spec 😀 , dan yang kedua ganti sepeda motor (padahal motor baru beli setahun yang lalu) hehe. Ok, terdengar bertele-tele dan tidak begitu penting bagi saya, karena sebenarnya hal-hal tersebut sudah saya miliki, ya ibaratnya hanya terkontaminasi racun upgrade saja 😛 . Oke lupakan hal itu, kita fokus saja mencapai Resolusi utama, yosss…

Sekian tulisan saya tentang Resolusi yang ingin dicapai tahun 2018 nanti. Apa resolusi mu?

Ganti oli Satria Fu Fi versi ndgblog

ganti oli satria fu tiap berapa km,filter oli,oil changer,oli apa

Ganti oli satria fu tiap berapa km? pertanyaan itu sempat muncul saat saya pertama kali memiliki motor satria fu injeksi ini. Pada buku panduan, pergantian oli pertama adalah jika jarak telah mencapai kurang lebih 500 Km. Jadi, saya ikuti saja sesuai panduan tersebut. Lalu, saat ini motor satria fu fi saya sudah berumur 11 bulan dan untuk pergantian oli biasanya saya lakukan setiap 1000 Km. Kenapa harus 1000 Km? ya.. sebenarnya ini bukan patokan yang fix, karena beda pemilik beda juga penggunaannya.

Saya setting pada indikator oil changer setiap 1000 Km karena motor satria fu fi saya jarang dikendarai. Dan jika dikendarai paling hanya untuk pulang pergi kerja yang jaraknya hanya 20an Km, sesekali dipakai untuk mudik yang jaraknya 300an km (pp) itu pun sangat jarang. Pernah saya setting di 1500 km, tapi rasanya sudah kurang nyaman pada mesin, pas nya di 1000 km untuk versi saya. Nah, jadi itu alasan saya kenapa saya ganti oli satria injeksi setiap 1000 Km.

Jika memang jam berkendara sobat menggunakan satria fu fi sangat tinggi, mungkin bisa di setting lebih rendah untuk masa pergantian oli nya. Biasanya akan terasa juga pada mesin jika memang oli sudah kurang mumpuni. Bisa juga dikonsultasikan dengan mekanik di bengkel resmi untuk pergantian oli yang pas sesuai dengan kepadatan aktivitas berkendara sobat. Jangan malas juga untuk ganti oli karena akan mempengaruhi peforma dan umur mesin sepeda motor sobat.

O iya, kapasitas oli mesin satria fu fi ini 1300 ml, biasanya jika di bengkel resmi sedang tidak tersedia oli dengan volume 1300 ml, saya membeli 2 botol dengan ukuran 1000 ml dan 800 ml, sisanya saya bawa pulang untuk cadangan ganti oli selanjutnya, kadang juga saya simpan untuk keperluan pelumasan, misal melumasi rantai dan bagian-bagian lainnya yang memerlukan pelumasan agar tidak haus dan berkarat.

Ketika mengganti oli satria fu fi ini saya biasanya sekalian juga mengganti filter oli. Berapa harga filter oli satria fu fi? terakhir saya membeli filter oli satria injeksi harganya Rp.5000 saja di bengkel resmi, mungkin harga bisa berbeda dimasing-masing kota dan bengkel.

Oli apa yang cocok untuk satria fu fi injeksi? Nah.. menurut saya ini relatif, saya pribadi lebih sering menggunakan oli genuine dari suzuki (SGO “Suzuki Genuine Oil”) karena penggunaan sepeda motor saya hanya untuk commuter, mungkin jika untuk race lain cerita. Pernah juga saya menggunakan oli lain seperti Federal Racing, saya suka dengan bau oli ini hehe, wangi permen karet. Untuk peforma ke mesin, menurut saya tidak begitu berbeda. Namun di beberapa forum ada yang menyarankan menggunakan oli motul ester, katanya oli motul ester ini bagus untuk mesin si fu. Saya juga pernah menanyakannya ke mekanik di bengkel resmi, oli motul itu memang bagus, tapi harganya juga lebih mahal, saya belum pernah coba di satria fu fi.

Kesimpulannya, untuk jarak ganti oli dan oli apa yang cocok tinggal disesuaikan saja dengan budget, keperluan dan tingkat kesibukan berkendara. Jika memang hanya untuk penggunaan commuter, pulang pergi kerja misalnya yang jaraknya kurang dari 50km/hari, pergantian oli bisa dilakukan setiap 1000km, tapi jika memang sudah terasa tidak nyaman pada mesin, segera saja diganti, dan untuk oli menggunakan suzuki genuine oil (sgo) sudah mumpuni untuk keperluan standar harian.

Sekian, tulisan ini hanya serba serbi seputar ganti oli satri fu fi versi ndgblog (saya). Jika sobat memiliki versi lain, no problem, beda pengguna beda standar perawatan.

Peralatan/Tool kit yang perlu dibawa saat bersepeda versi ndgblog

Supaya ritual bersepeda bisa dilakukan dengan lancar, ada baiknya kita membawa peralatan sepeda yang sekiranya bermanfaat disaat darurat, misal alat pompa, tambal ban, pembuka ban, kunci L, pemotong rantai dan lainnya. Sekilas mungkin itu terdengar “ribet” ya hehe, tapi manfaat nya akan terasa memang di saat-saat darurat.

Saya misalnya, seorang yang sering mengendarai sepeda untuk “Bike to Work”. Pernah suatu waktu mengalami ban depan tertusuk serpihan besi tajam, akhirnya mau tidak mau perjalanan bersepeda menuju tempat kerja harus dihentikan sementara.

tambal ban bocor sepeda,cara tambal ban sepeda bocor,alat tambal ban sepeda,sahoo

Beruntungnya saat itu saya membawa satu set tool kit perlengkapan P3K (Pertolongan Pertama Penyebab Kerusakan/Kebocoran) hehe, kemudian saya cari tempat yang nyaman untuk melakukan tambal ban sepeda yang bocor tersebut secara mandiri.

Awalnya saya bingung, bagaimana cara menambalnya, karena ini merupakan pengalaman pertama saya menambal ban dalam sepeda secara mandiri. Namun rasa ingin mencoba sudah sangat tinggi, saya coba pahami panduan menambal ban yang tertera pada kertas yang disediakan dalam tools tersebut walaupun hanya berupa gambar singkat. Setelaah ditelaah,..oohh..akhirnya saya dapat memahami maksud dari gambar tersebut 😀

Saat itu adalah pengalaman pertama saya menambal ban sepeda langsung oleh tangan sendiri dengan perlengkapan yang telah saya beli. Ya sekilas memang ribet jika kita mendengar harus membawa perlengkapan ini itu, tapi sekarang sudah banyak yang menjual peralatan repair sepeda dalam satu paket, jadi All In One, misalnya seperti tools sepeda yang saya gunakan. Semuanya sudah dalam satu paket disimpan dalam ukuran tas kecil yang bisa dikaitkan pada frame atau stang sepeda, didalamnya terdiri dari Pompa mini, satu set kunci L + pemotong rantai dan satu lagi kunci apa itu saya lupa namanya hehe, pembuka ban serta alat tambal ban. Peralatan tersebut sudah cukup mewakili disaat-saat darurat. Jadi semuanya bisa dilakukan sendiri, kecuali jika kerusakan memang sangat berat, mau tidak mau harus diserahkan kepada ahlinya 😀

Tool Kit Sepeda :

  • Satu set All In One SAHOO Bike Repair Tools Kit
  • Harga kurang lebih IDR 100rb
  • Dibeli via Bukalapak

tambal ban bocor sepeda,cara tambal ban sepeda bocor,alat tambal ban sepeda,sahoo

tambal ban bocor sepeda,cara tambal ban sepeda bocor,alat tambal ban sepeda,sahoo

tambal ban bocor sepeda,cara tambal ban sepeda bocor,alat tambal ban sepeda,sahoo
Ini yang berfungsi untuk menambal ban dalam

Gowes ke Gunung Bunder, Pasir Reungit Jalur Pendakian Kawah Ratu

Alhamdulillah, pada minggu 16 Juli 2017 saya berkesempatan untuk gowes bersama salah satu sobat gowes saya ke Gunung Bunder, Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Waktu itu kami gowes lewat ciherang kemudian blusukan ke suatu tempat yang tidak kami kenal, yang pasti blusukan ke kebun penduduk sampai mabal ke kebun bambu yang buntu jalannya, kemudian kami keluar di sekitaran jalur ampera, lalu dari sekitaran jalur ampera tersebut kami lanjut gowes menuju Gunung bunder, melewati curug luhur, lalu sampai ke pamijahan, cibatok, dan hingga akhirnya tiba di Gunung Bunder. Jalurnya naik-turun melehoy wkwkwk.

gowes gunung bunder

taman nasional halimun salak gunung bunder kawah ratu

Sebelumnya juga saya pernah ke Gunung bunder untuk melakukan pendakian ke Kawah Ratu, tapi mengendarai sepeda motor (read : Kawah Ratu, Pendakian Jalur Pasir Reungit Gunung Bunder Bogor

Kami gowes sampai ke pintu pendakian Kawah Ratu yaitu Jalur Pasir Reungit – Puncak Salak 1.

kawah ratu bogor

gowes gunung bunder
Sobat goweser sedang bergaya 😀

Saat kami tiba dikawasan pintu pendakian suasana perkemahan sedang sangat ramai, kelihatannya sedang ada kegiatan sekolah.

Kondisi di kawasan gunung bunder ini cukup nyaman, dipenuhi oleh pohon pinus.

gowes ke kawah ratu

gowes gunung bunder kawah ratu

pohon pinus di gunung bunder kawah ratu halimun salak

Namun entah kenapa saya rasa kawasan gunung bunder ini tidak sesejuk seperti saat pertama kali saya kesini. Dan yang pasti, satu hal yang tidak pernah berubah dan justru semakin menjadi-jadi yaitu seperti biasa… banyak yang pacaran wkwkwk.

Untuk jalurnya sendiri yaitu mulai dari pintu masuk hingga ke pintu pendakian pasir reungit bisa dibilang 60% aspal rusak, 40% batu makadam tingkat sedang,. Yang pasti masih gowesable hehe.

O ya, tambahan saja, tidak perlu khawatir disana bakal kekurangan konsumsi karena banyak yang jualan, asalkan ada duit hehe.

Nah, sekian saja. Terimakasih, salam gowes.